Kunjungan mahasiswa KKN UMD 10 di SD Negeri Selolembu

DSC_0787Demi meningkatkan mutu salah satu pilar yang diusung program Universitas Membangun Desa (UMD) dibidang pendidikan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember kelompok UMD 10 melakukan survei di Sekolah Dasar (SD) Negeri Selolembu. Sekolah dasar tersebut adalah salah satu sekolah tingkat dasar di desa Selolembu selain Madrasah Ibtidaiyah (MI) Selolembu. Survei dilakukan untuk menganalisis kondisi lingkungan belajar para siswa-siswi yang ada di Desa Selolembu. Dimana setelah menganalisis kondisi lingkugan belajar, para mahasiswa KKN dapat mengetahui permasalahan yang sering dihadapi oleh para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar disekolah. Sehingga dengan begitu mahasiswa KKN dapat turun tangan dalam membantu menyelesaikan permasalahan dengan membuat program KKN di luar jam sekolah.

Hari pertama masuk tahun ajaran baru 2017 (17 Juli 2017), SD Negeri Selolembu telah merekrut 17 siswa-siswi baru yang duduk dibangku kelas 1. Siswa-siswi tersebut mayoritas berasal dari Desa Selolembu itu sendiri. Jumlah tiap tahun siswa yang mendaftar di SD Selolembu semakin menurun dikarenakan banyaknya orang tua siswa yang memiliki pendapatan dari menengah keatas lebih memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang lebih bagus di kota maupun desa sebelah.

“Proses pengajaran yang dilakukan para guru di SD Negeri Selolembu secara keseluruhan sama dengan SD-SD yang lain, komposisi guru pengajar juga sudah lengkap, mulai dari guru olahraga, Bahasa inggris, dan juga guru tiap kelasnya juga sudah ada.” Ungkap Kepala Sekolah SD Negeri Selolembu Bapak Sudianto, S.Pd. Banyak siswa-siswi yang telah lulus SD melanjutkan ke Pondok Pesantren (Ponpes) dari pada melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikarenakan orang tua sering kali mendoktrin untuk lebih memilih sekolah di dekat kampung saja dari pada keluar kampung.

Di SD Negeri Selolembu sudah terdapat berbagai macam fasilitas yang memadai layaknya sekolah yang ada di kota, seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kantin, perpustakaan, toilet, musholah, dan ruang kelas yang cukup memadai. Akibat semakin sedikitnya jumlah murid yang mendaftar dari tahun ke tahun, SDN Selolembu mengalami kelebihan ruang kelas sehingga kelebihan ruang kelas tersebut beralih fungsi menjadi ruang pertemuan ketika ada rapat ataupun pertemuan di lingkungan sekolah. Sama seperti SD Negeri lainnya, SDN Selolembu memulai kegiatan belajar mengajar pada pukul 07.00 WIB. Untuk kegiatan belajar mengajar kelas 1-3 berakhir pada jam 09.00 WIB, sedangkan untuk kelas 4-6 berakhir pada jam 12.50 WIB.

Untuk urusan tenaga pendidik, SDN Selolembu bisa dikatakan sudah memenuhi syarat. Hampir keseluruhan tenaga pengajar bergelar Sarajana Pendidikan (S1) dan paling rendah bergelar Diploma (D2). Dengan gelar tenaga pendidik yang demikian diharapkan agar kegiatan belajar mengajar menjadi semakin berkembang sesuai dengan kemajuan IPTEK saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *